Monday, April 25, 2016


PRESS RELEASE

Hal      : Pameran Fotografi dan Esai Universitas Bunda Mulia
Sifat    : Penting


Social Science Week di Universitas Bunda Mulia

Bumi merupakan tempat dimana manusia dapat hidup, tempat dimana manusia dilahirkan, tumbuh dan beristirahat dengan tenang di hari tua. Akhir-akhir ini sebagian dari bumi sudah mulai rusak, yaitu alam yang tidak lagi hijau karena kurangnya perhatian manusia. Bahkan banyak ulah dari manusia itu sendiri yang mengakibatkan rusaknya bumi.

Universitas Bunda Mulia mengadakan sebuah event, yaitu Social Science Week yang merupakan pameran fotografi dan esai yang dimulai pada hari Senin, 18 April 2016 sampai dengan hari Sabtu, 23 April 2016. Pameran ini diadakan di The UBM Plaza (TUPA), Universitas Bunda Mulia. Dengan tema “Earth Focus for The Future”, pameran ini dimeriahkan oleh para peserta yang merupakan jurusan Ilmu Komunikasi dari semester 4 dan 6.

Social Science Week ini menarik minat mahasiswa dan mahasiswi Universitas Bunda Mulia untuk dapat lebih mengeksplor kemampuan mereka dalam fotografi dan menulis esai berkaitan dengan tema. Dan pada hari terakhir pameran, akan diumumkan dan dipilih pemenangnya melalui voting dari para pengunjung. Pemenang akan mendapatkan hadiah yang sudah ditentukan dari panitia event.

Selain itu, Social Science Week diadakan dengan tujuan agar para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Bunda Mulia lebih disadarkan akan pentingnya peduli pada bumi ini, melihat adanya hasil foto-foto dan esai mengenai keadaan bumi akhir-akhir ini. Peduli pada lingkungan sekitar salah satunya dengan menjaga, menghargai dan merawat bumi. Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong masyarakat terutama anak-anak muda untuk lebih dulu bertindak.

-Selesai-

Ester Kristina
Universitas Bunda Mulia
Jl. Lodan Raya No. 2, Ancol, Jakarta Utara
0896 7869 9599
Esterkristina59@yahoo.com
Genggam Bumi Tapi Jangan Rusak Masa Depannya

Letihnya tubuh, teriknya matahari membuatku berkeluh kesah kala itu. Cuaca panas di hari-hari ini memang membuat tubuh semakin terasa lelah. Teringat kembali tempat kita dilahirkan, tumbuh dan beristirahat di hari tua nanti. Ya, bumi.
Yang Maha Kuasa telah memberikan kepercayaan-Nya kepada kita, manusia untuk menjaga dan melestarikan bumi ini. Ini berarti bumi ini juga milik kita, tapi apa yang sebenarnya telah kita perbuat? Dimanakah rasa tanggung jawab kita sebagai yang dipercaya oleh-Nya?
Earth Focus for The Future”, inilah yang menjadi tema dari pameran fotografi dan esai tahun ini di Universitas Bunda Mulia. “Makna dari tema ini lebih kepada fokus untuk melestarikan bumi untuk kehidupan masa depan yang lebih baik”, tutur Hana selaku panitia acara.


Sesuai dengan tema, para peserta diminta untuk mengambil gambar dan menuliskan esai yang berkaitan dengan keadaan bumi kita akhir-akhir ini. Dengan segenap hati, mereka memberikan hasil yang terbaik.
Adalah Simon, salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam pameran. “Saya mau ikut serta agar saya bisa mengkritisi bagaimana bumi sekarang ini dan supaya punya kesadaran untuk merawat bumi”, ungkapnya dengan penuh semangat.









        “Our World is Our Future”, tema yang tersirat di benak Simon untuk mencurahkan isi hatinya melalui esai yang ditulisnya. Ia memilih tema itu karena menurutnya bumi adalah satu-satunya harapan bagi kehidupan manusia di masa depan.
Timbul kegelisahan yang membuatnya memiliki harapan yang besar. Lubuk hatinya berharap agar manusia bisa sungguh-sungguh merawat bumi. Meski begitu, gundah gulana di hatinya setidaknya sedikit terobati.
Hiruk-pikuk pengunjung menyelimuti pameran di siang hari. Mereka terus berdatangan dengan antusiasnya. Mereka baru menyadari inilah sesungguhnya keadaan bumi kita sekarang. Ya, terpampang jelas gambaran bumi di pameran itu. Menyedihkan, banyak kerusakan akibat ulah manusia.








        “Pameran ini banyak artikel mengenai kerusakan bumi yang diakibatkan oleh ulah kita sendiri, manusia harusnya melestarikan. Datang ke sini seperti mendapat ilmu lagi”, ujar Asri, salah satu mahasiswi yang kerap kali ke sana kemari saat mendatangi pameran.
Seperti Simon, Asri juga punya harapan besar dari acara ini. Agar semoga lebih banyak masyarakat, terutama pemuda dan pemudi mau ikut ambil bagian dalam memperbaiki bumi. Tuturnya bahwa kita harus memulai dari sesuatu yang kecil untuk membawa perubahan yang besar.
Karena kita berpijak di sini, kita hidup di sini, di bumi ini. Bumilah satu-satunya harapan kita. Tanpa kita, bumi akan baik-baik saja. Tetapi tanpa bumi, kita tidak mungkin akan baik-baik saja. Tak ada lagi tempat untuk menampung manusia selain bumi kita ini.
Melalui acara ini, kita kembali diingatkan untuk menjamah dengan merawat bumi tempat kita hidup. Di kehidupan yang akan datang, bumi harus lebih baik dari saat ini. Karena bumi ini milik kita, jadi genggamlah tapi jangan rusak masa depannya.